Lapisanozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20−35 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen.Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer Bumiterlindungi dari pada matahari oleh medan magnet bumi, sementara lapisan ozon pul melindungi. Radiasi matahari gelombang pendek adalah radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi tanpa hamburan atau radiasi sinar langsung (beam) dan radiasi hambur/tersebar atau radiasi difus. Sinar matahari  menghasilkan sinar infra merah. Namunsinar ultraviolet matahari merupakan jenis "paling kurang berbahaya" karena paling dekat dengan cahaya tampak. Akibatnya, atmosfer menjadi penyaring penting terhadap radiasi kosmik yang mencapai bumi dari matahari dan sumber lain. Karena itulah, hanya beberapa milimeter permukaan lautan yang dipanaskan oleh radiasi dari Sinarultrafiolet matahari hanya sedikit yang mencapai permukaan bumi, sehingga tidak membahayakan kehidupan. Hal ini disebabkan sinar ultraviolet di saring dengan gas . A. O3 . B. CO c. mengakibatkan air kekurang cahaya matahari. d. terjadi eutrofikasi dan akumulasi pupuk maupun pestisida. RadiasiSinar Matahari Bumi. By Posted on October 24, 2021. Radiasi langsung (beam/direct radiation) adalah radiasi yang mencapai bumi tanpa perubahan arah atau radiasi yang diterima oleh bumi dalam arah sejajar sinar datang. Intensitas radiasi matahari yaitu besar kecilnya sudut datang sinar matahari pada permukaan bumi. SinarUVB hanya bisa menembus awan, namun tidak bisa menembus kaca seperti yang dilakukan oleh sinar UVA. Sinar UVC. Sinar UVC merupakan jenis ketiga dari sinar ultraviolet atau sinar UV yang memiliki panjang gelombang cahaya sekitar 180 - 280 nm. Atau bisa dikatakan bahwa sinar UVC ini merupakan sinar ultraviolet yang terpendek dibandingkan dengan yang lainnya. NJ4sdFS. Lapisan Atmosfer Beserta Kategori, Ciri dan Fungsinya – Langit atau atmosfer memiliki fungsi menjaga kehidupan di bumi. Di atmosfer, hujan terbentuk sehingga kita kemudian memilki air. Di atmosfer juga, panas dari matahari diperangkap sehingga kita tidak membeku. Atmosfer juga berfungsi sebagai pengatur proses penerimaan panas sinar matahari. Atmosfer sendiri memantulkan dan menyerap panas yang kemudian dipancarkan oleh matahari. Sekitar 34% dari panas matahari sendiri kemudian di pantulkan kembali ke angkasa oleh permukaan bumi, awan dan atmosfer. Sementara 19% diantaranya diserap awan dan atmosfer, selanjutnya 47% sisanya mencapai permukaan bumi. Dikutip dari situs National Aeronautics and Space Administration atau NASA, atmosfer terdiri dari enam lapisan. Pembagian ini didasarkan pada perbedaan temperatur di atmosfer, selain itu ada juga pembagian lapisan atmosfer menurut jenis dan kondisi gas. Berikut uraian lebih jelasnya, Grameds. Let’s check these out! Pengertian AtmosferFungsi AtmosferKomposisi AtmosferUrutan Lapisan Atmosfer Bumi berdasarkan Temperaturnya1. Troposfer2. Stratosfer3. Mesosfer4. Termosfer5. EksosferLapisan Atmosfer berdasarkan Jenis dan Kondisi Gas1. Lapisan Ozon ozonosfer2. Lapisan Ionosfer6 Fakta Lapisan Atmosfer Bumi1. Atmosfer Tersusun dari Sejumlah Gas yang tertarik ke Atmosfer Bumi2. Aktivitas Manusia Memengaruhi Keseimbangan Komposisi Atmosfer3. Atmosfer Berperan Menahan Panas dan Menjaga Suhu Bumi yang Memungkinkan Kehidupan di Bumi4. Sebagian Penduduk Bumi Menghirup Udara yang Sudah Terkontaminasi Gas Beracun5. Menipisnya Lapisan Atmosfer yang Terhubung dengan Meningkatkan Risiko Kanker Kulit6. Gas di Atmosfer Berpotensi Menyebabkan Hujan Asam yang BerbahayaRekomendasi Buku & Atikel Terkait Lapisan AtmosferKategori Ilmu GeografiMateri Geografi Kelas 10 Pengertian Atmosfer Atmosfer adalah gas selimut yang dapat membungkus suatu planet khususnya pada planet bumi. Atmosfer sendiri menyelimuti planet menggunakan berbagai lapisan yang sangat tebal, bahkan jika dihitung jaraknya kemudian akan mencapai ribuan kilometer dari planet tertentu hingga sampai ke luar angkasa. Atmosfer pada suatu planet sendiri berbeda-beda. Planet bumi sendiri akan memiliki atmosfer dengan ketebalan mencapai sekitar 1000 km dari permukaan bumi. Ada berbagai gas yang terdapat di atmosfer, yaitu argon 0,8%, karbondioksida 0,02%, krypton, neon, xinon, hidrogen, kalium serta ozon 0,06%, gas nitrogen 77%, oksigen 20%, dan uap air. Menurut para ahli geologi sendiri pada awalnya atmosfer bumi tersebut mengandung CO2 karbon dioksida dengan kadar yang tinggi, temperatur pada permukaan bumi juga ikut tinggi. Saat itu oksigen O2 belum terbentuk sehingga belum terdapat lapisan ozon di stratosfer, hal ini disebabkan oleh sinar ultra violet dari matahari yang kemudian sampai ke permukaan bumi dengan intensitas radiasi yang sangat kuat. Pada kondisi ini tidak mungkin ada kehidupan, kecuali di kehidupan diperairan terdalam hingga kemudian terhindar dari sinar ultra violet. Sementara sekitar 3,5 miliyar tahun lalu evolusi makhluk hidup dengan klorofil yang memungkinkan kemudian akan melakukan proses fotositensis yang memerlukan kadar CO2 maka di atmosfer ini kemudian berkurang dan sebaliknya kadar O2 meningkat. Dengan adanya proses ini kemudian terbentuklah lapisan ozon O3. Pelajari lebih dalam mengenai struktur lapisan bumi termasuk atmosfer yang ada melalui buku Ensiklopedia Pintar Bumi Kita yang juga menjelaskan berbagai informasi lainnya yang penting untuk Grameds ketahui mengenai bumi kita. Fungsi Atmosfer Atmosfer memiliki berbagai fungsi diantaranya mengatur proses penerimaan panas dari matahari, caranya adalah dengan menyerap maupun pemantulkan panas yang dipancarkan oleh matahari. Kurang lebih sekitar 32% panas matahari yang kemudian akan dipantulkan kembali ke angkasa oleh atmosfer, awan serta permukaan bumi, lalu demikian sekitar 18% diserap oleh atmosfer atau awan, dan lalau kemudian sekitar 46% sisanya baru akan mencapai permukaan bumi. Atmosfer berfungsi sebagai pelindung bumi dari berbagai benda asing luar angkasa yang dapat jatuh ke bumi dikarenakan terkena gaya gravitasi bumi. Atmosfer berfungsi sebagai pelindung bumi dari paparan radiasi sinar ultraviolet yang kemudian akan membahayakan kehidupan makhluk hidup yang berada di bumi dengan berbagai lapisan ozon. Atmosfer mengandung berbagai gas yang akan sangat diperlukan manusia, hewan dan tumbuhan untuk bernafas juga untuk kebutuhan makanan lainnya seperti nitrogen, karbon dioksida, oksigen, dan lain sebagainya. Atmosfer berfungsi sebagai pengatur cuaca yang kemudina akan mempengaruhi salju, hujan, angin, badai, topan, awan, atau lain sebagainya. Komposisi Atmosfer Atmosfer menjadi ukuran seberapa layaknya kehidupan di bumi. Poin penting pada fungsi atmosfer sendiri adalah melindungi bumi dari terjadinya radiasi matahari yang berbahaya. Dalam proses penyinaran matahari, sekitar 34% panas matahari dipantulkan ke angkasa oleh atmosfer, 47% mencapai permukaan bumi dan 19% diserap atmosfer, Atmosfer ini memiliki berbagai manfaat, diantaranya Oksigen O2 – Kadar oksigen yanga da di atmosfer adalah sekitar 20,95 %. Oksigen sendiri berfungsi mengubah berbagai bahan dan zat makanan di dalam tubuh menjadi energi. Oksigen sendiri berasal dari pohon. Oleh karenanya kehadiran lahan hijau atau hutan kemudian akan sangat membantu menjaga lapisan ozon. Oksigen juga berperan sangat penting bagi kehidupan sebab mengubah zat makanan menjadi energi untuk tetap bertahan hidup. Karbondioksida CO2 – Kadar karbondioksida yang ada di muka bumi adalah sekitar 0,034%. Angka ini sendiri sangat sedikit, meski karbondioksida sendiri dapat dihasilkan dari pembakaran lahan, pernapasan pada hewan dan manusia juga sebagai energi yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu dampak dari keberadaan karbondioksida sendiri dapat menimbulkan terjadinya efek rumah kaca ERK terhadap radiasi gelombang elektromagnetik. Dengan demikian terjadilah kenaikan serta dengan semakin banyaknya karbondioksida maka kemudian akan menyebabkan terjadinya kenaikan suhu di permukaan bumi. Nitrogen N2 – Nitrogen sebagai unsur yang paling banyak jumlahnya di dalam atmosfer bumi yaitu sekitar 78,08%. Kehadiran nitrogen sendiri sangat dibutuhkan oleh senyawa organik jadi meski demikian nirogen juga tak langsung membentuk senyawa baru dengan unsur lain. Neon Ne, kripton Kr, argon Ar, xenon Xe sebagai salah satu unsur gas mulia. Karena keempat unsur ini sendiri tidak mudah bergabung dengan unsur lain sehingga akan kian sulit membentuk senyawa yang lain. Hidrogen H2 dan Helium He – Keduanya sangat jarang berada di udara kecuali pada paras yang tinggi. Gas ini sendiri sangat ringan serta sering digunakan untuk mengisi balon meteorologi. Ozon O3 – Ozon sendiri hanya dapat dijangkau di ketinggian 20 km – 30 km. Merupakan bentuk lain dari oksigen sehingga sangat efektif menyerap radiasi ultra violet dimana proses radiasi ini mengandung energi yang sangat besar dan berbahaya bagi manusia. Uap air H2O – Uap air yang terdapat di atmosfer merupakan hasil penguapan dari danau, transpirasi tanaman, laut, kolam, dan sungai. Uap air sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam proses iklim dan cuaca karena fasenya dapat berubah. Urutan Lapisan Atmosfer Bumi berdasarkan Temperaturnya Urutan lapisan bumi adalah Troposfer Stratosfer Mesosfer Termosfer Eksosfer Pelajari mengenai lapisan bumi yang ada melalui buku cerita dengan konten sains menarik yang dapat diakses melalui ponsel pintar. Buku Seri Smart Science Lapisan Bumi dan Fosil – Alfa & Mega Berwisata Ke Bumi bisa kamu dapatkan hanya di Gramedia! Gajala Optik Atmosfer memiliki berbagai faktor diantaranya interaksi antara bulan atau cahaya matahari dengan berbagai unsur yang terdapat di atmosfer yaitu interaksi yang dapat berupa pemantulan, penyebaran, serta pembiasan sebagai contoh pada 22 Degree Halo yang merupakan pembiasan bulan dari kristal es Alpenglow pada ketinggian yang tinggi dan cahaya matahari -> pembiasan saat matahari terbenam sendiri sehingga langit terlihat berwarna merah muda atau biasa kita kenal dengan Aurora -> pembiasan cahaya matahari yang bentuknya tidak teratur sendiri karena matahari tertutup oleh awan cumulonimbus Green flashes -> pembiasan dengan warna hijau pada spektrum cahaya di atmosfer ketika matahari terbit atau tenggelam. Zodiac light sebagai pemantulan cahaya dari planet lain, debu, dan asteroid pada tata surya di malam hari. 1. Troposfer Troposfer merupakan suatu lapisan udara yang menempel di permukaan bumi. Lapisan ini sebagai lapisan terendah dari seluruh lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. Pada bagian atas khatulistiwa, lapisan ini mencapai hingga ketinggian 19 km. Sementara di atas kutub, lapisan ini mencapai ketinggian hingga 8 km. Di dalam lapisan troposfer adalah tempat dari semua jenis cuaca, semua perubahan suhu, hembusan angin, tekan dan juga kelembapan yang dapat kita rasakan secara langsung di muka bumi. Oleh sebab itu di lapisan inilah lokasi berlangsungnya peristiwa cuaca. Mulai dari cuaca hujan, angin, salju, kemarau, dan cuaca yang lainnya. Ciri-ciri dari lapisan troposfer adalah sebagai berikut Pada umumnya, lapisan ini merupakan lapisan yang paling tipis dengan memiliki ketebalan sekitar 12 km dari permukaan tanah. Ketinggian dari troposfer berbeda-beda di setiap tempat. Pada daerah kutub, ketinggian lapisan ini sekitar 8 km serta di daerah khatulistiwa atau daerah ekuator dapat mencapai hingga ketinggian 16 km. Lapisan troposfer merupakan lapisan yang berkaitan langsung dengan permukaan bumi serta dipakai sebagai tempat tinggal untuk berbagai jenis makhluk hidup. Tempat berlangsungnya peristiwa cuaca serta iklim, seperti hujan, angin, petir, dan juga awan. Di dalam lapisan roposfer terdapat lapisan tropopause yang merupakan lapisan antara troposfer serta stratosfer. Setiap kenaikan 100 meter, suhunya akan turun menjadi 0,5°-0,6° C. Puncak troposfer mempunyai temperatur hingga mencapai minus 600 C. Di dalam lapisan troposfer berlangsung gejala cuaca seperti berlangsungnya hujan, angin, halilintar, munculnya pelangi, serta halo. Oleh sebab itu, lapisan ini sangat penting untuk kehidupan di bumi. Lapisan troposfer terdiri atas Lapisan planetair 0-1 km Lapisan konveksi 1-8 km, Lapisan tropopause 8-12km adalah pembatas antara troposfer dengan stratosfer, pada lapisan ini aktivitas udara secara vertikal konveksi berhenti Campuran gasnya sendiri sesungguhnya paling ideal sebab dapat menopang seluruh kehidupan yang ada di bumi. Lapisan ini juga melindungi sengatan radiasi yang dipancarkan oleh berbagai benda langit lain. Dibanding lapisan atmosfer lain, lapisan troposfer ini sendiri paling tipis jika dibandingkan dengan lapisan lainnya berjarak kurang lebih 15 km dari permukaan tanah. Pada lapisan ini, terjadinya beragam cuaca serta perubahan suhu yang mendadak, angin, kelembapan serta berbagai tekanan yang di rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Suhu udara di permukaan air laut sendiri mencapai sekitar 30 derajat Celsius yang kian naik ke atas, kian menurun suhunya. Tiap kenaikan 100m sendiri suhu kemudian berkurang sebanyak 0,61 derajat Celsius. Pada lapisan ini terjadilah peristiwa cuaca seperti angin, musim salju, hujan, kemarau, dan sebagainya. Tinggi terendah sebagai bagian terhangat dari troposfer, karenanya permukaan bumi kemudian menyerap radiasi panas dari matahari hingga kemudian menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian ditambah, suhu udara kemudian akan berkurang dari 17℃ hingga -52℃. Pada permukaan bumi tertentu, seperti dataran tinggi dan daerah pegunungan kemudian akan menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Di antara “troposfer” dan “stratosfer” sendiri terdapat lapisan yang disebut juga sebagai lapisan “Tropopause”, yang kemudian membatasi lapisan stratosfer dan troposfer. 2. Stratosfer Lapisan stratosfer terletak di atas tropopause hingga ketinggian 50 km. Di dalam lapisan ini angin berhembus sangat kencang serta mempunyai pola aliran tertentu. Pada lapisan stratosfer ini juga tempat terbangnya pesawat. Di dalam stratosfer terdapat lapisan yang sangat penting yaitu lapisan ozon. Ozon adalah semacam gas yang mengandung banyak unsur kimia serta memiliki sifat yang racun bagi makhluk hidup. Pada umunya, di dalam lapisan stratosfer inilah sinar dari ultra violet disaring sekaligus diserap sebab telah mengandung lapisan ozon dengan kadar sekitar 90%. Sehingga sinar dari ultra violet yang masuk ke dalam permukaan bumi tidak berlebihan. Pada lapisan stratosfer terbagi menjadi dua lapisan, diantaranya lapisan isothermal serta lapisan inversi. Lapisan isothermal merupakan berasal dari kata iso yang artinya sama serta term yang artinya panas. Sehingga dalam lapisan ini merupakan temperatur udaranya tetap, yakni sekitar -600 . Lapisan ini terletak pada ketinggian 11-20 km. Lapisan invesi terletak di ketinggian 20-50 km. Makin ke atas temperaturnya akan semakin meningkat serta di ketinggian 50 km temperaturnya akan masih di bawah beku -50 C. Kenaikan temperatur udara yang terjadi pada lapisan ini dikarenakan adanya gas ozon. Puncak stratosfer di batasi oleh lapisan stratopause yang merupakan batas antara stratosfer dengan mesosfer. Ciri-ciri dari lapisan stratosfer adalah sebagai berikut Lapisan stratosfer adalah lapisan yang berada di ketinggian sekitar 12-60 km. Suhu dalam lapisan ini akan meningkat dengan bertambahnya ketinggian, yaitu dari -60°C pada tropopause sampai 10°C pada puncaknya. Dalam lapisan ini terdapat lapisan ozon ozone layer yang memiliki tugas untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari dengan cara menyerap sinar yang berlebih. Serapan dari radiasi matahari oleh ozon inilah yang dapat mengakibatkan suhu udara naik pada setiap bertambahnya ketinggian . Dalam lapisan ini idak mengandung uang air, awan, ataupun debu. Sehingga udara di dalam lapisan ini kering. Terdapat lapisan stratopause yang merupakan lapisan antara stratosfer dengan mesosfer. Lapisan stratosfer terdiri atas Lapisan isotherm Lapisan panas Lapisan campuran atas Perubahan pada stratosfer terjadi secara bertahap dimulai dari troposfer ketinggiannya diantara 11 km. Suhu terendah di lapisan stratosfer sendiri relatif lebih stabil serta sangat dingin yaitu sekitar -57c atau -70F. Pada lapisan ini angin kemudian yang sangat kencang kemudian terjadi dengan beberapa pola aliran yang tertentu. Lapisan ini sendiri sebagai tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi dengan jenis cirrus sendiri kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, tetapi tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini. Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi kian bertambahnya ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini sendiri menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18C pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya. Nama pesawat B-52 Stratofortress diambil disini. karena, kemampuan untuk terbang sangat tinggi. 3. Mesosfer Ketinggian dari lapisan mesosfer antara 50-85 km dengan karakteristik di mana semakin ke atas, maka temperatur udara akan makin rendah. Tiap kenaikan 1000 m, temperatur udara turun menjadi 2,50-30 C. Dalam lapisan mesosfer di bagian atas, temperaturnya mencapai hingga -900 C. Puncak mesosfer telah dibatasi oleh lapisan mesopause. Di dalam lapisan yang satu ini adalah lapisan di mana terdapat bagian yang bisa mengikis benda-benda langit yang masuk ke dalam permukaan bumi. Benda langit tersebut dapat berupa komet, meteor, debu angkasa, atau benda-benda asing angkasa yang lainnya. Proses dari pengikisan berbagai benda itu adalah dengan cara terkikis sedikit demi sedikit dan kemudian akan terbakar sebab telah bergesekan dengan udara yang terkandung di dalam lapisan ini. Ciri-ciri dari lapisan mesosfer adalah sebagai berikut Ketinggiannya berada di sekitar 60-80 km. Suhu pada lapisan mesosfer sekitar -50°C hingga -70°C. Lapisan mesosfer adalah lapisan yang melindungi bumi dari berbagai ancaman benda luar angkasa seperti meteor dan benda-benda langit lainnya yang akan jatuh ke bumi. Meteor yang akan jatuh ke bumi nantinya akan terbakar serta akan hancur apabila lapisan mencapai lapisan ini serta akan berubah menjadi pecahan-pecahan kecil yang disebut sebagai meteorit. Terdapat lapisan mesopause yang merupakan lapisan antara mesosfer dengan termosfer. Pada lapisan ini memiliki karakteristik seperti Lapisan mesosfer sendiri terdiri dari lapisan Mesopouse yang membatasi nya dengan lapisan lain yaitu lapisan Termosfer. Pada lapisan ini sendiri terjadi suhu yang kemudian akan mengalami penurunan saat bertambah ketinggian. Semakin tinggi lapisan maka semakin berkurang suhu yang kemudian akan mengakibatkan terjadinya pergeseran objek dari angkasa luar. Hal ini sendiri menyebabkan meteor yang datang dari angkasa hingga menjadi terbakar. 4. Termosfer Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km. Lapisan atmosfer yang satu ini juga sering disebut sebagai lapisan panas hot layer. Sebab di lapisan inilah sering terjadi transisi kenaikan temperatur yang sangat tinggi. Temperatur dalam lapisan ini mencapai 90-5000 C. Tinggi dari temperatur tersebut dikarenakan molekul oksigen mengabsorpsi menyerap radiasi dari energi surya. Radiasi inilah yang mengakibatkan suatu reaksi kimia yang kemudian membentuk lapisan bermuatan listrik. Sebelum dikenal yang namanya satelit, lapisan ini berfungsi untuk membantu memancarkan gelombang radio. Sebab, di dalam lapisan atmosfer inilah bisa memantulkan gelombang radio. Ciri-ciri dari lapisan termosfer adalah sebagai berikut Lapisan termosfer ini berada di ketinggian 85-500 km. Lapisan ini juga sering disebut seabgai lapisan panas hot layer. Suhu udara yang ada di bagian paling atas dari lapisan ini bisa mencapai >1000°C. Di dalam lapisan ini juga terdapat lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer memiliki fungsi sebagai penyebaran gelombang radio. Keunikan dari lapisan termosfer, diantaranya Termosfer sebagai tempat terjadinya aurora yang juga disebabkan oleh adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki oleh planet bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh Matahari. Lapisan ionosfer pada Termosfer memiliki kemampuan untuk memantulkan gelombang radio yang bermanfaar bagi satelit dan komunikasi. Pada Termosfer Terdapat ISS yang mengelilingi bumi. Pada Termosfer terdapat kandungan massa udara yang rendah dan bertemperatur tinggi, sehingga tak mampu menghantarkan panas ke benda-benda seperti satelit dan astornot. 5. Eksosfer Lapisan eksosfer ini adalah suatu lapisan dari atmosfer yang berada di bagian paling luar. Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas. Di dalam lapisan ini, berbagai molekul udara bergerak dengan cepat serta pengaruh gaya grafitasi bumi telah jauh berkurang. Sehingga, dalam lapisan ini berbagai gesekan benda di udara sudah jarang terjadi. Pengaruh angkasa luar juga sudah terasa di lapisan ini. Pada lapisan ini sendiri terdapat berbagai refleksi cahaya matahari yang kemudian dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya yang dipantulkan ini dikenal juga dengan cahaya Zodiakal. Ciri-ciri dari lapisan eksosfer adalah sebagai berikut Lapisan eksosfer terletak di ketinggian 500 km ke atas. Lapisan atmosfer berada di bagian paling luar, sehingga pengaruh gaya gravitasi sangatlah kecil. Kandungan gas atmosfer juga sangat rendah pada lapisan eksosfer ini. Karakteristik dari lapisan Eksosfer sendiri diantaranya Eksosfer memiliki suhu yang sangat tinggi mencapai derajat celcius. Eksosfer merupakan lapisan yang berbatasan langsung dengan angkasa luar Eksosfer merupakan lapisan yang sangat berbahaya. Pada lapisan Eksosfer terjadi berbagai kehancuran benda-benda luar angkasa dan meteor Pembahasan mengenai lapisan atmosfer, dan masih banyak lagi dapat Grameds temukan pada buku Ensiklopedia Super Seru Halo, Bumi! karya Hemma. Lapisan Atmosfer berdasarkan Jenis dan Kondisi Gas Berikut ini merupakan lapisan atmosfer dilihat dari jenis serta kondisi gasnya Grameds, yaitu 1. Lapisan Ozon ozonosfer Lapisan ozon berada di ketinggian 15-35 km. Ozon terdapat di semua bagian atmosfer bagian bawah, namun kebanyakan dari gas ini terkonsentrasi di lapisan stratosfer. Khususnya pada ketinggian 15-35 km. Ozon sendiri kondisinya tidak stabil sebab telah terurai di bawah pengaruh radiasi atau bertumbukan dengan atom oksigen O. Secara alamiah, di ketinggian 15-35 km berlangsung pembentukan serta penguaraian ozon dari oksigen diatomik serta monotomik dengan bantuan penyerapan dari radiasi ultraviolet. Lapisan ozon merupakan penyerap utama dari radiasi sinar ultraviolet. Maka dari itu, pada saat sinar ultraviolet sampai hingga ke permukaan bumi tidak lagi berbahaya untuk kehidupan makhluk hidup. Apabila radiasi ultraviolet sampai ke permukaan bumi, maka hal tersebut dapat memicu terjadinya luka bakar, kanker kulit, serta kebutaan untuk manusia. 2. Lapisan Ionosfer Lapisan ionosfer terletak di ketinggian 60-600 km. Ionosfer terdiri dai berbagai atom dan juga molekul yang kehilangan satu atau lebih elektron sehingga akan terbentuk ion. Oleh sebab itu, lapisan ini disebut sebagai lapisan ionosfer. Lapisan ini juga sangat bermanfaat dalam bidang komunikasi, sebab pada lapisan ionosfer bisa memantulkan kembali gelombang radio. Ionosfer terdiri dari tiga lapisan, ketiga lapisan tersebut yaitu Lapisan D Terletak di ketinggian 60-120 km. Lapisan ini merupakan tempat untuk memantulkan kembali gelombang AM ke bumi. Lapisan E Terletak di ketinggian 120-180 km. Lapisan ini juga sebagai tempat untuk memantulkan kembali gelombang AM. Lapisan F Terletak di ketinggian 180-600 km. Lapisan ini juga sebagai tempat untuk memantulkan kembali gelombang pendek. Salah satu keistimewaan bumi yang tidak terdapat di planet lain adalah bumi sebagai satu-satunya planet yang dimana didalamnya terdapat kehidupan. Bumi sebagai tempat kita tinggal memiliki berbagai hal menarik yang dapat kamu pelajari seperti jenis hewan, tumbuhan, kota besar, dan masih banyak lagi yang dibahas pada buku Ensiklopedia Junior Bumi Kita. Hal ini dikarenakan keberadaan atmosfer atau kumpulan gas yang menyelimuti Bumi yang juga menjadi faktor penopang kehidupan. Gas yang menyelimuti Bumi ini sendiri tak hanya berisi udara tapi juga akan melindungi kita dari radiasi serta panas yang berasal dari matahari. Selain itu, terdapat juga berbagai fakta seputar atmosfer yang perlu diketahui 1. Atmosfer Tersusun dari Sejumlah Gas yang tertarik ke Atmosfer Bumi Bumi diselimuti oleh atmosfer. Atmosfer sendiri memiliki ketebalan 500 km dan terdiri dari campuran 10 gas yang disebut udara. Bumi tersusun atas 78% nitrogen, 21% O2, dan gas lain seperti karbon dioksida, helium, argon, dan neon yang tak mudah bereaksi dengan gas lain. Gas lainnya yang dapat bereaksi dengan bahan kimia lain diantaranya sulfur dioksida, amonia, metana, karbon monoksida, ozon, dan uap air. Terdapat juga kandungan kontaminan, seperti diantaranya garam, debu, gas beracun, asap, dan abu vulkanik. 2. Aktivitas Manusia Memengaruhi Keseimbangan Komposisi Atmosfer Keseimbangan atmosfer kian terancam hal ini dikarenakan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh manusia, yang kemudian menyebabkan pemanasan global, efek rumah kaca, penghancuran sabuk ozon, kontaminasi udara, dan hujan asam. Hal ini sendiri disebabkan oleh perkembangan industri di 2 abad terakhir. Pembakaran bahan bakar ini kemudian akan menghasilkan karbon dioksida, gas yang bertanggung jawab pada efek rumah kaca. Dalam sektor Pertanian yang kemudian melepaskan sejumlah besar metana kemudian akan menghasilkan gas efek rumah kaca yang paling kuat serta nitrogen oksida ke atmosfer. 3. Atmosfer Berperan Menahan Panas dan Menjaga Suhu Bumi yang Memungkinkan Kehidupan di Bumi Gas-gas di atmosfer memiliki berbagai fungsi diantaranya sebagai penahan panas dari sinar inframerah yang dikirim oleh radiasi matahari, setelahnya ia akan memantulkannya kembali ke Bumi. Tanpa Atmosfer Bumi kemudian akan menjadi sangat dingin sehingga mustahil di Bumi ini ada kehidupan. Tetapi gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil meningkatkan efek ini. Pada pertengahan abad ke-21, suhu rata-rata Bumi diantara 1,5-4,5 derajat celsius lebih tinggi dari saat ini. Iklim yang lebih hangat kemudian akan melelehkan es di kutub utara, membanjiri kota seperti Amsterdam atau New York, serta menaikan permukaan laut. 4. Sebagian Penduduk Bumi Menghirup Udara yang Sudah Terkontaminasi Gas Beracun Sekitar 20% penduduk di muka Bumi menghirup udara yang sangat terkontaminasi oleh berbagai gas berbahaya misalnya saja sulfur dioksida dan karbon monoksida hasil proses industri. Hal ini kemudian akan meningkatkan masalah pada pernapasan, terutama pada golongan orangtua dan anak-anak. Sekirar 13% anak-anak di Inggris kemudian mengalami masalah asma yang disebabkan oleh kontaminasi udara. 5. Menipisnya Lapisan Atmosfer yang Terhubung dengan Meningkatkan Risiko Kanker Kulit Frekuensi penyakit kanker kulit kini semakin meningkat seiring dengan menipisnya lapisan ozon. Penipisan ini sendiri disebabkan oleh fluorokarbon dari aerosol, hidrokarbon terklorinasi dan lemari es, deterjen, serta polistiren. Gas-gas ini kemudian akan naik ke atmosfer dan terurai menjadi ion klorida yang akan merusak lapisan ozon. Lubang lapisan ozon diamati di Antartika Pada tahun 1985, sementara Pada 1995, lubang serupa terlihat di lapisan ozon di atas Kutub Utara. Kini hidrokarbon juga terklorinasi dan fluorokarbon pada suatu proses industri yang kemudian dapat diganti dengan bahan kimia lain. 6. Gas di Atmosfer Berpotensi Menyebabkan Hujan Asam yang Berbahaya Hujan asam sendiri terbentuk ketika nitrogen oksida dan sulfur dioksida kemudian bergabung dengan uap air di atmosfer hingga kemudian membentuk asam. Hujan asam yang dihasilkan bersifat merusak hewan dan tanaman, tak hanya itu ia juga membahayakan hewan serta tanaman-tanaman di hutan. Jika asam ini kemudian mencapai danau atau sungai, asam ini sendiri akan menghancurkan semua organisme yang hidup di sana. Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Lapisan Atmosfer ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Penting bagi kita untuk selalu melindungi tubuh dari sinar ultraviolet, terutama bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Pasalnya, paparan sinar ultraviolet yang berlebihan bisa merusak jaringan tubuh, bahkan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan tertentu. Dalam jumlah yang cukup, sinar ultraviolet UV dari sinar matahari sebenarnya diperlukan tubuh untuk membantu merangsang pembentukan vitamin D. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot serta mendukung kekuatan sistem imunitas tubuh. Sebaliknya, paparan sinar UV berlebihan justru menjadi tidak baik bagi kesehatan karena bisa memicu kerusakan kulit, penuaan dini, dan bahkan kanker kulit, seperti melanoma. Bagian Tubuh yang Perlu Dilindungi dari Sinar Ultraviolet Jenis radiasi sinar ultraviolet ada 3 macam, yaitu UVC, UVB, dan UVA. Sinar UVC tidak berbahaya, karena sinar ini terserap habis oleh atmosfer sehingga tidak bisa mencapai permukaan bumi. Sementara itu, sinar UVB adalah sinar yang bisa mencapai permukaan bumi, tetapi hanya mampu mengenai lapisan luar kulit, dan sinar UVA adalah sinar UV paling panjang yang mampu menembus hingga lapisan tengah kulit. Mengingat sinar UVB dan UVA mampu mencapai dan bahkan menembus permukaan kulit, Anda perlu mewaspadai bahaya sinar ultraviolet terhadap kesehatan tubuh. Oleh karena itu, Anda perlu melindungi berbagai bagian tubuh berikut dari paparan sinar ultraviolet 1. Mata Refleks kelopak mata untuk berkedip merupakan sebuah upaya tubuh untuk melindungi mata dari berbagai penyebab gangguan, termasuk paparan sinar ultraviolet yang terlalu terik atau silau. Paparan sinar ultraviolet pada mata dapat menyebabkan mata terasa perih, berair, berpasir, dan mengganggu penglihatan. Dalam jangka panjang, paparan sinar matahari berlebihan pada mata bisa menyebabkan mata terkena berbagai penyakit, seperti peradangan pada kornea fotokeratitis, peradangan pada konjungtiva atau lapisan dalam kelopak mata fotokunjungtivitis, katarak, pterigium, dan kanker mata. Untuk melindungi mata dari paparan sinar UV, Anda bisa menggunakan sunblock dengan SPF minimal 30 yang khusus digunakan pada mata, serta menggunakan kacamata hitam dan topi yang lebar. 2. Wajah Melindungi kulit wajah menggunakan sunblock wajah sangat penting dilakukan. Pasalnya, kulit wajah yang tidak dilindungi dengan baik dari paparan sinar ultraviolet bisa menyebabkan kerusakan serat elastin pada kulit. Itulah sebabnya, kulit wajah yang sering terpapar sinar ultraviolet bisa memicu munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti bitnik-bintik hitam, kulit kering, kasar, dan muncul kerutan wajah. Selain muncul tanda-tanda penuaan dini, beberapa masalah atau kondisi kulit yang bisa disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet antara lain Sunburn atau kulit terbakar, seperti kemerahan, melepuh, dan mengelupas Kanker kulit melanoma dan lesi prakanker keratosis aktinik Flek dan noda kehitaman atau kecokelatan di kulit melasma Telangiektasis, yakni pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit 3. Telinga Bagian tubuh ini masih cukup jarang terlindungi dari paparan sinar matahari. Padahal, sama seperti kulit wajah, paparan sinar UV berlebihan juga bisa menyebabkan kulit telinga terkena berbagai penyakit, mulai dari sunburn, keratosis aktinik, hingga kanker. Agar telinga terhindar dari paparan sinar UV, Anda bisa mengoleskan tabir surya atau sunblock di liang daun telinga dan kulit sekitar telinga, serta mengenakan topi yang dapat melindungi telinga dari sinar matahari. 4. Leher Bagian tubuh yang juga penting untuk dilindungi dari sinar ultraviolet selanjutnya adalah leher. Ini karena kulit bagian leher adalah salah satu bagian umum yang sering terkena sinar ultraviolet dan sangat rentan terhadap kerusakan akibat paparan sinar yang belerbihan. Untuk melindungi kulit leher dari sinar UV, rutinlah mengoleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 ke seluruh bagian leher, termasuk bagian sisi dan belakang leher. Selain itu, Anda juga bisa mengenakan topi yang lebar atau pakaian yang menutupi leher sebagai perlindungan ekstra di area leher. 5. Punggung Punggung termasuk bagian tubuh yang sering kali terlewatkan untuk dilindungi dari sinar ultraviolet. Padahal, bagian ini merupakan salah satu area tubuh yang cukup berisiko untuk terkena kanker kulit melanoma. Kondisi ini bisa ditandai dengan munculnya benjolan atau bercak yang berwarna kemerahan atau kehitaman dan cepat meluas atau membesar. Itulah sebabnya, penting sekali untuk mengoleskan sunblock ke seluruh permukaan kulit, termasuk punggung, terutama pada saat sedang beraktivitas di luar ruangan, misalnya berenang, bermain di pantai, atau berjemur. Selain beberapa bagian tubuh di atas, jangan lupa juga untuk melindungi bagian tubuh lainnya dari paparan sinar ultraviolet, seperti, bibir, bagian atas dada, tangan, dan kaki. Tips Melindungi Tubuh dari Sinar Ultraviolet Bila Anda sering melakukan aktivitas di luar ruangan, paparan sinar ultraviolet dari matahari mungkin tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk melindungi tubuh dari bahaya sinar ultraviolet, antara lain Oleskan tabir surya dengan SPF minimal 30 ke wajah dan seluruh tubuh, lalu oleskan kembali setiap 1 atau 2 jam atau saat tubuh banyak berkeringat. Hindari mengoleskan tabir surya bersama dengan bahan lain, seperti losion, untuk menjaga efektivitas tabir surya. Hindari atau batasi paparan sinar matahari secara langsung antara pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Kenakan pakaian gelap dan pakaian yang menutupi lengan dan kaki saat beraktivitas di luar ruangan, jika memungkinkan. Sinar matahari sebenarnya tidak harus dihindari sepenuhnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sinar matahari juga berguna untuk merangsang pembentukan vitamin D alami tubuh. Untuk mendapatkan manfaat sinar matahari dan mencegah dampak buruknya, Anda bisa berjemur di bawah pukul 10 pagi selama 10−15 menit, sebanyak 3 kali seminggu. Selain dari sinar matahari, Anda juga bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dari makanan, seperti salmon, sarden, daging, dan telur, atau dengan mengonsumsi suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter. Nah, itulah berbagai bagian tubuh yang penting untuk selalu Anda lindungi dari paparan sinar ultraviolet. Jika Anda sering menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dan memiliki keluhan tertentu akibat paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, janganlah ragu berkonsultasi ke dokter kulit, ya. - Indonesia merupakan negara tropis yang disinari matahari sepanjang tahun. Beberapa waktu belakangan ini, cuaca di Indonesia begitu panas dengan sinar matahari yang cukup terik. Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mengenakan tabir surya dan alat pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan. Sinar matahari yang mengandung ultraviolet dapat dibedakan menjadi sinar UVA dan UVB. Akan tetapi, berdasarkan survei kualitatif terhadap konsumen yang dilakukan di tahun 2014 oleh PT L’OrĂ©al Indonesia, didapati masih banyak masyarakat yang belum mengerti apa itu sinar UVA dan UVB serta dampaknya terhadap kulit. “Alasan kebanyakan masyarakat Indonesia menghindari sinar matahari ternyata karena takut hitam, menggunakan tabir surya hanya jika berada di pantai dan hanya melihat indikator SPF pada tabir surya tanpa persis apa artinya,” jelas Melanie Masriel, Head of Corporate Communications, PT L’OrĂ©al Indonesia dalam keterangan resmi, Jumat 18/9/2015. Semakin mendekati garis khatulistiwa, semakin tinggi pula paparan sinar UV-nya di sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan indeks UV rata-rata di Indonesia berada pada level 9 sampai 11+ atau kekuatan matahari yang terbilang sangat kuat. Oleh karena itu, hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan indeks UV tertinggi di dunia. UVA menyumbang hingga 95 persen dari radiasi sinar UV yang mencapai permukaan bumi dengan intensitas 30 sampai 50 kali lebih kuat dari UVB yang hadir sepanjang tahun. UVA selalu hadir mulai dari matahari terbit sampai dengan terbenam, sedangkan UVB intensitasnya memuncak pada pukul sampai Radiasi sinar UVA tidak dapat terhalang oleh objek seperti pakaian tipis, kaca jendela atau jendela mobil maupun awan, dan bahkan tetap ada di saat cuaca mendung ataupun hujan. Sedangkan sebaliknya, sinar UVB dapat terserap oleh awan dan tidak dapat menembus kaca. UVB dapat menyebabkan kulit memerah dan terbakar, namun paparannya hanya dapat menjangkau epidermis kulit lapisan yang lebih dangkal, sedangkan UVA dapat memicu penuaan dini pada kulit dan noda hitam karena paparannya dapat menembus jauh ke dalam dermis atau lapisan kulit dalam, sehingga dapat merusak kolagen. “Ditemukan bahwa radiasi sinar UVA secara terus-menerus dan dalam jangka waktu yang lama memiliki andil yang cukup besar terhadap photo-aging atau penuaan akibat paparan sinar matahari serta memicu proses karsinogenesis atau pembentukan sel-sel kanker dan imunosupresi atau melemahnya sistem kekebalan pada kulit. Untuk itu pemakaian tabir surya yang memiliki perlindungan terhadap sinar UVA & UVB menjadi sangat penting," jelas Dr. MichĂšle Verschoore, MD, Clin PhD, Direktur Medis L’OrĂ©al Group. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Mengenal sinar ultraviolet UV - indeks UV, manfaat dan bahayanya. Radiasi Sinar MatahariSinar matahari memiliki peran penting bagi kesehatan dan tingkat kesejahteraan konsep meteorologi matahari dan radiasinya selalu ditempatkan pada bab awal. Matahari dianggap penggerak utama dinamika cuaca dan iklim. Essentials of Meteorology, buku wajib bagi para meteorologis - link download WMO menuliskan bahwa sinar matahari yang kurang akan memengaruhi mood kita dan juga meningkatkan ancaman kekurangan vitamin D. Namun jika menerima paparan sinar matahari yang berlebihan akan menimbulkan bahaya bagi kesehatan [1]. Sinar ultraviolet merupakan bagian gelombang elektromagnetik dari energi radiasi matahari pada pita 100-400 nm. Radiasi matahari yang menjangkau permukaan bumi sendiri berada pada sekitar panjang gelombang 100 nm sampai dengan 1 mm, seperti pada gambar berikut [2]. Pita panjang gelombang cahaya matahari yang sampai permukaan bumi [2] Secara umum pita gelombang cahaya matahari dibagi menjadi tiga bagian utama yaitu sinar ultraviolet UV dengan panjang gelombang 100 - 400 nm. Kemudian berikutnya cahaya tampak atau cahaya yang bisa terlihat oleh mata manusia pada 400 - 700 nm. Bagian ketiga adalah sinar inframerah IR dengan panjang gelombang 700 nm - 1 mm. Sinar inframerah seperti juga sinar ultraviolet tidak bisa ditangkap oleh mata. Untuk diketahui 1 nm = 1 nanometer = 10-9 meter. Sinar Ultraviolet UV Sinar ultraviolet yang berada pada pita gelombang 100 - 400 nm tersebut dibagi lagi menjadi UV A, UV B dan UV C [3] dengan rincian yaitu UV A = 315 - 400 nm UV B = 280 - 325 nm UV C = 100 - 280 nm Pada saat memasuki atmosfer, hampir seluruh UV C akan tertahan pada lapizan ozon dan 90 % UV B akan diserap oleh ozon, uap air dan gas lain yang ada di atmosfer. Adapun UV A sebagain besar akan dapat mencapai permukaan bumi [4].Susunan atmosfer bumi kita Dengan demikian, dari total sinar ultraviolet yang dikandung radiasi matahari saat sampai permukaan bumi adalah UV A 90-99% dengan sedikit UV B 11 ekstrem Ambil semua tindakan pencegahan kacamata, SPF 30, tabir surya, menutupi tubuh dengan pakaian pelindung, topi lebar, menghindari matahari siang 1100-1400 Kapan Saatnya Berjemur?Ini menjadi pertanyaan yang banyak ditanyakan masyarakat. Pada pukul berapa kita bisa mendapatkan UV index yang baik untuk tubuh kita? Mari kita perhatikan grafik variasi UV diurnal berikut. Variasi diurnal UV Index di Bandung - Indonesia hasil pengukuran LAPAN [10] Grafik di atas menggambarkan secar umum sinar ultraviolet tertinggi terjadi sekitar tengah hari kecuali pada bulan September - November SON. Pada SON juga sinar ultraviolet tertinggi dibandingkan bulan-bulan lainnya. Jika dikaitkan dengan UV Index, maka secara umum sampai pukul 8 pagi dan sesudah jam 4 sore cahaya matahari cukup aman bagi kita. Skala berbahaya dengan UV Index >7 mulai tercapai menjelang pukul sampai dengan pukul 14 waktu setempat ya. Mengacu pada UV Index di atas baiknya sih sesudah pukul sampai dengan pukul kita menggunakan pelindung seperti topi dan tabir surya. Demikian urain tentang sinar ultraviolet, cara menghitung indeksnya serta manfaat dan bahaya UV bagi kesehatan kita. Referensi WMO Solar Radiation & Photosynthetically Active Radiation Marcelo de Paula CorrĂȘa WHO UV Index - A Practical Guide Anna Nur Utami, FK-UI WHO What is the difference between UVA, UVB and UVC? Wiley Online Library BOM About the UV index Soni Aulia Rahayu dan Ninong Komala - Saat asik bermain di pantai, kita mungkin tidak sadar kalau kulit sebenarnya tengah terpapar sinar matahari cukup tinggi. Hingga saat pulang, baru kita sadar kalau warna kulit menjadi lebih gelap. Hal itu bisa terjadi karena paparan sinar matahari, atau lebih tepatnya kandungan yang terdapat di dalamnya, yaitu sinar UV atau ultraviolet. Dikutip dari Ruang Guru, sinar UV merupakan salah satu dari gelombang elektromagnetik yang berasal dari sinar matahari. Sebanyak 10 persen dari sinar matahari yang sampai ke permukaan bumi berupa sinar UV. Lebih detail lagi bahwa 9,8 persen dari sinar UV yang sampai ke permukaan bumi berupa sinar UV A dan 0,2 persen berupa sinar UV B. Sinar UV B itulah yang menyebabkan kulit bisa terbakar jika terlalu lama terpapar. Apa sebenarnya sinar UV yang terkandung dalam sinar matahari? Baca Juga 5 Penyebab Kulit Tangan Tampak Lebih Tua di Usia Muda dan Cara Mengatasinya Sinar matahari sebenarnya mengandung tiga jenis UV itu, yaitu UV A, UV B, dan UV C. Adapun perbedaan antara ketiganya, yakni Sinar UV A Lebih dari 98 persen sampai ke permukaan bumi Panjang gelombang 315-400 nmDapat menembus jendela dan dapat membuat warna memudarSinar UV B Kurang dari 2 persen sampai ke permukaan bumiPanjang gelombang 280-315 nm Tidak dapat menembus jendelaSinar UV C Tidak sampai ke permukaan bumi karena terserap lapisan ozon Panjang gelombang 100-280 nmSinar UV juga bisa dilihat dari manfaat dan dampak buruknya bagi kehidupan manusia. Baca Juga Tips Menjaga Kesehatan Wajah Dari Paparan Sinar Ultraviolet Berikut beberapa terkait dampak buruk dari sinar UV

sinar ultraviolet matahari hanya sedikit yang mencapai permukaan bumi